Catatan Membaca Junghuhn

 


Tahun lalu saya membaca salah satu buku yang saya tunggu-tunggu sejak lama kehadirannya dalam Bahasa Indonesia. Franz Junghuhn Berkelana di Pulau Jawa, tulisan seorang Naturalis Jerman yang hidup di Indonesia pada masa kolonialisme. 

Saya mengenal Junghun lewat buku Naturalis Jerman di Tanah Priangan, terjemahan kepingan tulisan empat orang petualang dari Jerman yang sempat datang atau tinggal di Indonesia. Buku tersebut diterjemahkan oleh Malik Ar Rahiem. Buku ini, Frans Junghuhn Berkelana di Pulau Jawa pun diterjemahkan oleh Kang Malik. 

Buku ini cukup tebal, tapi saya menikmati sekali baca buku ini karena berasa diajak jalan-jalan keliling daerah dan pegunungan di Jawa ketika membaca halaman demi halaman di buku ini. 

Saya tidak akan bikin reviu panjang di postingan ini karenaaaa, saya justru mau membagikan pengalaman baca saya dalam format lain. 




Saya mencatat pengalaman baca kemarin di Goodnotes dan rasanya cakep juga kalau di PDF-kan supaya bisa dibaca teman-teman yang mau akses. Catatan baca ini sempat saya cetak terbatas untuk peserta Ngobrol Buku #2 di Imakata. Kalau kamu tertarik, kamu bisa unduh di sini ya: 

Kalau kamu tertarik untuk membeli buku-buku dari Project Junghuhn, kamu juga bisa kontak ke Admin Imakata untuk mendapatkan informasi harga dan ketersediaan buku. 

0 comments

leave yout comment here :)